Guardiola Ragu Manchester City Bisa Juarai Liga Champions

Guardiola Ragu Manchester City Bisa Juarai Liga Champions

Guardiola Ragu Manchester City Bisa Juarai Liga Champions –¬†Walaupun sampai saat pada musim kedua Josep Guardiola menangani Manchester City. Ia masih belum dapat seratus persen percaya tim besutan akan mampu meraih gelar juara Liga Champions. Trofi Champions League menjadi target utama pencapaian. Padahal The City telah mampu menunjukan taringnya di pentas Premier League dengan menjadi tim penguasa papan klasemen. Tim racikan Pep Guardiola sudah terlihat mampu bersaing jauh lebih baik, sejak terjadi perombakan besar-besaran pada struktur pemain inti. Dan termasuk para pelatih yang menangani bagian masing-masing pemain.

Liga Champions merupakan satu-satunya kompetisi bergengsi paling sulit untuk dimenangkan. Sebab, hanya klub-klub jawara dari masing-masing liga yang bisa menjadi peserta dalam turnamen tersebut. Tentu pelatih asal Spanyol yang pada tahun ini telah berumur 47 tahun, menyadari betul betapa sulitnya. Untuk bisa peroleh kesempatan mengangkat trofi Liga Champions. Guardiola menyadari bahwa masih banyak terdapat celah kekosongan yang menjadi kekurangan tim asuhan, walau sudah dilakukan banyak perbaikan demi memperoleh hasil maksimal dari setiap pertandingan di lakoni.

Guardiola Ragu Manchester City Bisa Juarai Liga Champions

Berkat Guardiola Manchetser City Bangkit

Manchester City telah menjelma menjadi salah satu tim paling tanguh di kancah Liga Inggris. Pada kejuaraan Premier League musim lalu, The City mampu membuktikan diri kalau mereka memang pantas naik ke atas podium juara mengangkat trofi tersebut. Bahkan Pasukan Pep Guardiola itu mencetak rekor pencapaian terbaru dengan berjumlah banyak, dimulai dari jumlah poin terbanyak hingga jumlah gol terbanyak. Tentu saja ini merupakan rekor pencapaian baru sepanjang sejarah Liga Inggris pernah di selenggarahkan, The City kini menjadi satu-satunya klub raksasa asal kota Manchester yang banyak disegani tiap lawan.

Pencapaian fantastik tersebut nampaknya masih belum cukup membuat seorang Pep Guardiola yakin. Keraguan pada tim besutan akan mampu mengalahkan semua tim pesaing di pentas persaingan paling ketat, Liga Champions. Menurut penilaian Guardiola, dibutuhkan penampilan serta permainan bola lebih optimal lagi untuk bisa mencapai titik tertinggi tersebut untuk menjadi tim jaura di ajang Liga Champions. Pria kelahiran 18 Januari 1971 tersebut mengungkapkan penilaian berdasarkan pengalaman yang ia miliki, tentu ia tidak sembarang memberi penilaian, karena Guardiola pernah menjadi suksestor dari Barcelona.